Kita semua tahu cerita Batman, pahlawan fiksi yang membela kebenaran dan keadilan serta hidup dalam integritas. Apa alasannya menjadi Batman? Dia ingin menghadapi rasa takut pada kelelawar dengan mengubah ketakutannya yang intens menjadi sumber kekuatan yang menakjubkan. Orang paling berani sekali pun memiliki ketakutan yang harus diatasi. Apakah Anda takut akan sesuatu yang nyata, seperti laba-laba atau ketinggian? Atau mungkin Anda takut akan kegagalan, perubahan, atau sesuatu yang lebih sulit ditentukan? Apa pun yang membuat Anda takut, Anda harus belajar mengenali, menghadapi, dan mengakui rasa takut tersebut sehingga tidak ada yang akan menghalangi Anda dalam hidup.
1.Terima apa tepatnya yang menjadi ketakutan Anda. Terkadang rasa takut lebih mudah diabaikan atau disangkal, bahkan pada diri sendiri. Tetapi keberanian tidak bisa muncul jika Anda tidak menerima rasa takut yang harus diatasi. Dengan mengakui bahwa rasa takut itu ada, Anda telah mengambil langkah pertama untuk mengendalikan situasi.[7]
4. Bayangkan hasil yang Anda inginkan.Sekarang setelah lebih memahami apa yang membuat Anda takut, pikirkan apa tepatnya yang ingin Anda ubah. Bayangkan hidup Anda tanpa dibayangi rasa takut. Bagaimana perasaan Anda? Misalnya:
1.Terima apa tepatnya yang menjadi ketakutan Anda. Terkadang rasa takut lebih mudah diabaikan atau disangkal, bahkan pada diri sendiri. Tetapi keberanian tidak bisa muncul jika Anda tidak menerima rasa takut yang harus diatasi. Dengan mengakui bahwa rasa takut itu ada, Anda telah mengambil langkah pertama untuk mengendalikan situasi.[7]
- Beri nama pada rasa takut Anda. Kadang kala ketakutan dapat diketahui secara langsung dan jelas, namun di kali lain perasaan cemas yang menyelinap di belakang kepala Anda susah disebut namanya. Biarkan rasa takut Anda muncul ke permukaan dan berikan nama. Mungkin Anda takut pada sesuatu yang nyata (seperti kucing) atau situasi (seperti dipanggil ke depan kelas).
- Jangan menilai rasa takut. Terima perasaan yang muncul tanpa menilainya sebagai sesuatu yang “baik” atau “buruk”.
2.
Pahami pemicu ketakutan Anda.Apakah rasa takut Anda dipicu oleh sesuatu yang jelas, seperti melihat ular di jalan setapak? Mungkin melewati pintu kantor konselor karier di sekolah mengirimkan rasa takut dalam pikiran Anda. Cari tahu semua hal yang memicu rasa takut. Semakin Anda memahaminya, semakin baik.
3. Pertanyakan kekuatan rasa takut yang menghalangi Anda. Apakah rasa takut menyebabkan Anda tidak berkeinginan bangkit dari tempat tidur dan pergi ke sekolah karena takut gagal? Apakah Anda enggan mengunjungi keluarga di luar pulau karena tidak mau naik pesawat? Ketahui apa persisnya kekuatan yang dimiliki rasa takut atas pikiran dan perilaku Anda.
4. Bayangkan hasil yang Anda inginkan.Sekarang setelah lebih memahami apa yang membuat Anda takut, pikirkan apa tepatnya yang ingin Anda ubah. Bayangkan hidup Anda tanpa dibayangi rasa takut. Bagaimana perasaan Anda? Misalnya:
- Jika Anda takut pada komitmen, bayangkan diri Anda hidup bahagia bersama pasangan.
- Jika Anda takut pada ketinggian, bayangkan diri Anda mendaki sampai ke puncak gunung. Bayangkan kepuasan mencapai tujuan itu.
- Jika Anda takut pada laba-laba, bayangkan diri Anda melihat seekor laba-laba dan tidak merasakan apa-apa.
5.Identifikasi adanya salah keyakinan.Banyak rasa takut bersumber dari keyakinan yang keliru atau pikiran yang cenderung ke arah bencana. Ketika melihat laba-laba, mungkin Anda langsung memiliki keyakinan bahwa laba-laba akanmembahayakan Anda dan Anda akan mati. Identifikasi pola pikir seperti ini, dan mulailah mempertanyakannya. Lakukan riset di internet dan pahami risiko aktual dibanding dengan risiko yang Anda bayangkan. Ketahui bahwa skenario terburuk kecil kemungkinan terjadi. Mulailah menyusun ulang pikiran Anda agar tidak membayangkan bencana, dan mulailah melawan pikiran tersebut.[8]
- Ketika rasa takut muncul, ambil jeda dan renungkan risiko aktualnya. Lawan pikiran negatif atau keyakinan Anda dan katakan, “Kuakui ada beberapa anjing yang galak, tetapi sebagian besar anjing itu jinak. Kecil kemungkinan aku akan digigit.”
Komentar
Posting Komentar